Thursday, 5 February 2009

Ada masa ketika kita mengenang sebuah masa


ada sebuah pernyataan bahwa kenangan itu ada untuk dikenang bukan untuk dilupakan. Ketika seseorang merasakan kecewa akan sesuatu hal yang telah ia alami tentunya ia akan berusaha untuk melupakan kenangan buruk tersebut menatap menuju yang lebih baik. Namun tidak ada salahnya kita mengambil hikmah dari kekecewaan kita tersebut karena orang yang positif adalah orang-orang yang selalu mengambil sisi positif dari hal-hal yang negatif.

Ada masa ketika kita mengenang sebuah masa. Tepatnya lebih saya tekankan adalah masa-masa yang indah walaupun berujung tak menyenangkan. Saya pernah mencoba untuk melupakan seseorang yang pernah mengisi hati saya sekian waktu lamanya. Namun setelah saya renungkan hal yang saya lakukan ternyata salah. Mencoba untuk melupakan seseorang tak pernah ada artinya. Biarkanlah dia bersama kenangan kita karena sesungguhnya mengenang itu lebih indah daripada merisaukan yang telah berlalu. Sesungguhnya menertawai kenangan lebih nikmat daripada menyiksa diri hanya untuk melupakan. Biarkan yang pahit itu hanya menjadi sebuah masa lalu belaka, biarkan kita tersenyum mengenangnya:)

Well, masa lalu. Setiap orang memiliki masa lalu. Namun yang menjadi pertanyaan apakah masa lalu kita telah diisi oleh hal-hal yang bermanfaat? Atau bahkan anda tidak punya masa lalu sama sekali yang bisa dikenang? Oh rugi sekali anda! Masa lalu mungkin bagi sebagian orang adalah hal-hal yang tidak menyenangkan. Seperti yang pernah saya alami terutama dalam masalah cinta. Namun percayalah bahwa semua itu hanya masa lalu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Karena sesungguhnya ada masa depan yang telah menunggu anda.

Saturday, 31 January 2009

Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip?

Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip?
Ahmadinejad

Saya sangat menyukai prinsip yang dipegang oleh seorang pemimpin seperti Ahmadinejad. Konsep kepemimpinan yang dia pegang sangatlah teguh dan patut ditiru oleh para pemimpin di negara lain termasuk oleh pemimpin negara kita sekarang yang terkesan lembek. Apa yang beliau katakan selalu ingin didengar dan dicermati oleh semua orang. Apa yang dia katakan bagaikan percikan api yang membuat orang terpana.

Tidak seperti di negara kita, ketika sang presiden sedang berpidato, ada yang tertidur. Tentu tidak bisa disalahkan orang yang tertidur tersebut karena mungkin betapa membosankannya pidato tersebut. Bayangkan saja anda menjadi peserta acara tersebut. Saya yakin anda pasti mengantuk juga atau bahkan menggerutu ”kapan selesainya??”. Itu wajar karena sang presiden tidak bisa membangkitkan semangat dan gairah para hadirin.

Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip? Baiklah bayangkan anda yang mengalami kejadian seperti ini. Pikiran anda sedang dipengaruhi atau didistorsi oleh seseorang yang menginginkan anda melakukan seperti apa yang orang tersebut lakukan. Saya yakin anda pernah mengalami hal seperti ini. Ketika anda terpengaruh, maka saya katakan anda lemah! Pengecut dan penakut sehingga anda dengan mudahnya menerima ajakan orang tersebut.

Ketika anda mempunyai prinsip, bayangkanlah hal itu mudah untuk dilakukan. Jangan terpengaruh oleh orang yang mengajak anda kembali jatuh. Ingat! Hidup ini hanya sekali. Jadikan hidup ini seperti yang anda inginkan. Permainkanlah hidup ini karena sebetulnya kendali permainan ada di otak anda saja. Semuanya hanya anda yang pegang. Semuanya hanya anda yang kontrol. Apabila hidup anda dipengaruhi oleh orang lain maka anda telah menyerahkan sebagian hidup anda ke dalam otak orang lain.

Harapan saya dengan penjelasan saya yang kurang detail ini, anda akan mencoba berpikir, apakah sudah benar yang saya lakukan? Apakah saya akan terus menjadi pengecut terhadap orang lain? Pikirkanlah teman! Karena hidup hanya sekali.

rezaalfiandri.blogspot.com

always do right. this will gratify some people and astonish the rest.
mark twain