<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156</id><updated>2011-07-13T02:10:17.011-07:00</updated><category term='Pemikiran'/><title type='text'>MY QUOTE..</title><subtitle type='html'>QUOTE WILL CHANGE YOUR WORLD</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-5246774386270046502</id><published>2009-02-05T22:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T22:42:36.176-08:00</updated><title type='text'>Ada masa ketika kita mengenang sebuah masa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;ada sebuah pernyataan bahwa kenangan itu ada untuk dikenang bukan untuk dilupakan. Ketika seseorang merasakan kecewa akan sesuatu hal yang telah ia alami tentunya ia akan berusaha untuk melupakan kenangan buruk tersebut menatap menuju yang lebih baik. Namun tidak ada salahnya kita mengambil hikmah dari kekecewaan kita tersebut karena orang yang positif adalah orang-orang yang selalu mengambil sisi positif dari hal-hal yang negatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ada masa ketika kita mengenang sebuah masa. Tepatnya lebih saya tekankan adalah masa-masa yang indah walaupun berujung tak menyenangkan. Saya pernah mencoba untuk melupakan seseorang yang pernah mengisi hati saya sekian waktu lamanya. Namun setelah saya renungkan hal yang saya lakukan ternyata salah. Mencoba untuk melupakan seseorang tak pernah ada artinya. Biarkanlah dia bersama kenangan kita karena sesungguhnya mengenang itu lebih indah daripada merisaukan yang telah berlalu. Sesungguhnya menertawai kenangan lebih nikmat daripada menyiksa diri hanya untuk melupakan. Biarkan yang pahit itu hanya menjadi sebuah masa lalu belaka, biarkan kita tersenyum mengenangnya:)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Well, masa lalu. Setiap orang memiliki masa lalu. Namun yang menjadi pertanyaan apakah masa lalu kita telah diisi oleh hal-hal yang bermanfaat? Atau bahkan anda tidak punya masa lalu sama sekali yang bisa dikenang? Oh rugi sekali anda! &lt;/span&gt;Masa lalu mungkin bagi sebagian orang adalah hal-hal yang tidak menyenangkan. Seperti yang pernah saya alami terutama dalam masalah cinta. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun percayalah bahwa semua itu hanya masa lalu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Karena sesungguhnya ada masa depan yang telah menunggu anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-5246774386270046502?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/5246774386270046502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/02/ada-masa-ketika-kita-mengenang-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/5246774386270046502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/5246774386270046502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/02/ada-masa-ketika-kita-mengenang-sebuah.html' title='Ada masa ketika kita mengenang sebuah masa'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-5916211746473430535</id><published>2009-01-31T23:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T23:34:51.853-08:00</updated><title type='text'>Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip?</title><content type='html'>Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip?&lt;br /&gt;Ahmadinejad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menyukai prinsip yang dipegang oleh seorang pemimpin seperti Ahmadinejad. Konsep kepemimpinan yang dia pegang sangatlah teguh dan patut ditiru oleh para pemimpin di negara lain termasuk oleh pemimpin negara kita sekarang yang terkesan lembek. Apa yang beliau katakan selalu ingin didengar dan dicermati oleh semua orang. Apa yang dia katakan bagaikan percikan api yang membuat orang terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti di negara kita, ketika sang presiden sedang berpidato, ada yang tertidur. Tentu tidak bisa disalahkan orang yang tertidur tersebut karena mungkin betapa membosankannya pidato tersebut. Bayangkan saja anda menjadi peserta acara tersebut. Saya yakin anda pasti mengantuk juga atau bahkan menggerutu ”kapan selesainya??”. Itu wajar karena sang presiden tidak bisa membangkitkan semangat dan gairah para hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip? Baiklah bayangkan anda yang mengalami kejadian seperti ini. Pikiran anda sedang dipengaruhi atau didistorsi oleh seseorang yang menginginkan anda melakukan seperti apa yang orang tersebut lakukan. Saya yakin anda pernah mengalami hal seperti ini. Ketika anda terpengaruh, maka saya katakan anda lemah! Pengecut dan penakut sehingga anda dengan mudahnya menerima ajakan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mempunyai prinsip, bayangkanlah hal itu mudah untuk dilakukan. Jangan terpengaruh oleh orang yang mengajak anda kembali jatuh. Ingat! Hidup ini hanya sekali. Jadikan hidup ini seperti yang anda inginkan. Permainkanlah hidup ini karena sebetulnya kendali permainan ada di otak anda saja. Semuanya hanya anda yang pegang. Semuanya hanya anda yang kontrol. Apabila hidup anda dipengaruhi oleh orang lain maka anda telah menyerahkan sebagian hidup anda ke dalam otak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan saya dengan penjelasan saya yang kurang detail ini, anda akan mencoba berpikir, apakah sudah benar yang saya lakukan? Apakah saya akan terus menjadi pengecut terhadap orang lain? Pikirkanlah teman! Karena hidup hanya sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-5916211746473430535?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/5916211746473430535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/01/hidup-ini-hanya-sekali-saja-mengapa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/5916211746473430535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/5916211746473430535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/01/hidup-ini-hanya-sekali-saja-mengapa.html' title='Hidup ini hanya sekali saja mengapa harus jadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip?'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-6666908094166096113</id><published>2009-01-31T23:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T23:33:13.267-08:00</updated><title type='text'>Bersemagatlah atau enyahlah!</title><content type='html'>Dalam dunia yang serba modern seperti ini kadang seseorang dituntut untuk bisa melakukan sebuah pekerjaan dengan sangat baik dan sempurna. Tetapi terkadang juga sebuah pekerjaan tersebut harus dikerjakan dalam sebuah tekanan yang sangat berat. Bahkan tekanan itu juga dapat membuat anda merasa seperti bekerja dalam api yang siap membakar anda.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Tetapi segala sesuatunya dapat anda ubah dengan cara mereflekskan pikiran anda ke dalam sebuah bentuk pemikiran yang jernih tanpa harus melihat tujuan yang hendak anda capai nantinya. Cobalah untuk ubah mind set anda. Pikirkanlah bahwa anda menyukai pekerjaan tersebut sehingga segala sesuatu yang anda kerjakan dengan sendirinya akan menjadi sebuah mahakarya ciptaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Misalkan tuntutan pekerjaan yang diberikan oleh kantor membuat anda bukan hanya pusing tetapi juga merasa ingin meledak. Ketika anda mengalami situasi seperti ini coba untuk berfikir bahwa yang anda kerjakan adalah pekerjaan yang anda sukai dan anda sangat menginginkan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh anda. Pikirkanlah bahwa tak ada lagi orang di dunia yang bisa mengerjakan pekerjaan seperti ini selain anda. Anda adalah orang yang hebat. Bersemangatlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Well. Kembali pada quote ”bersemangatlah atau enyahlah!”. Anda akan merasa semangat apabila sesuatu yang anda kerjakan tersebut telah berhasil diselesaikan. Ubah pikiran anda seperti ini! Karena semangat ketika telah menyelesaikan suatu pekerjaan tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ubahlah cara berpikir kita selalu positif. Ini merupakan sebuah kunci untuk meraih kesuksesan di masa datang. Cobalah untuk selalu termotivasi ketika mengerjakan sesuatu. Karana motivasi membuat anda menyenangi pekerjaan yang anda lakukan. Dengan menyenangi pekerjaan yang anda lakukan maka akan mendorong pikiran dan tindakan anda kembali ke jalur kesuksesan. Ketika anda terjatuh berusahalah bengkit. Hadapi dengan senyuman.:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaulah dengan orang yang penuh dengan motivasi orang yang antusias karena dengan sendirinya anda akan terbawa masuk ke dalam antusiasme positif dan anda akan meniru kesuksesan mereka. Biarkan orang-orang yang antusias mengelilingi anda dengan kesuksesan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-6666908094166096113?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/6666908094166096113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/01/bersemagatlah-atau-enyahlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/6666908094166096113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/6666908094166096113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2009/01/bersemagatlah-atau-enyahlah.html' title='Bersemagatlah atau enyahlah!'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-1625039711944603843</id><published>2008-11-26T22:22:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T22:25:35.029-08:00</updated><title type='text'>Dicari, Pemimpin Indonesia Baru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada suatu waktu, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sangat disegani dunia internasional. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi pusat perdagangan dan bahkan dikenal sebagai saudara tua oleh bangsa asing. Bahkan pemimpin-pemimpin dunia terdahulu sangat hormat terhadap bangsa ini. Misalnya saja John F. Kennedy yang membawa perasaan segan dan menunduk hormat apabila bertemu Bung Karno karena merasa kalah pamor. Namun itu dulu, kini, George W. Bush datang hanya beberapa jam membawa arogansi yang tinggi bergaya menghina bangsa ini, sungguh ironis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Bung Karno dan Pak Harto menjadi orang yang sangat disegani pada waktu itu. Mereka dianggap sebagai sesepuh yang patut dihormati di seluruh dunia. Kondisi tersebut kini berbalik total. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi bangsa nomor sekian di dunia. Harkat dan martabat kita sering dilecehkan, bangsa ini menjadi kian terpuruk. Belum ada lagi pemimpin yang disegani seperti Bung Karno dan Pak Harto. Krisis kepemimpinan yang sedang melanda negeri ini menjadi salah satu hal yang harus disoroti selain sistem demokrasi yang juga salah diterapkan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Tanpa disadari, terdapat jurang pemisah antara pemimpin satu dengan yang lain. Sesama mantan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya saling menjegal. Padahal kita semua tahu mereka pasti sangat mencintai bangsa ini dan ingin melihat bangsa ini maju dan berpengaruh di mata dunia. Alagkah baiknya apabila para pemimpin-pemimpin kita ini bersatu dan membentuk ikatan yang kuat sehingga dapat menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat untuk bangsa ini. Andai saja mereka mau berpikir lebih jernih dan menatap maju ke depan, tentunya kita akan melihat bangsa yang sudah besar ini menjadi lebih besar. Itulah mengapa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dianggap sedang mengalami krisis kepemimpinan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Kriteria pemimpin yang dibutuhkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sangatlah sulit dicari. Idealnya, pemimpin Indonesia itu adalah gabungan dari Bung Karno yang seorang orator, jago strategi seperti Pak Harto, mempunyai kecerdasan yang tinggi seperti Habibie, agamis seperti Gusdur, keibuan seperti Megawati, dan berwibawa seperti SBY. Apabila mereka semua digabungkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; akan menjadi negara yang hebat dipimpin oleh pemimpin yang luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Andai saja ada satu forum atau perkumpulan yang berisi mantan-mantan presiden &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ataupun pemimpin-pemimpin lainnya, pasti ikatan sesama pemimpin tersebut menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat bagi bangsa ini. Kita pasti sangat menginginkan suatu saat nanti BJ.Habibie, GusDur, Megawati, SBY bergandengan tangan dalam suatu forum dan berkomitmen bersama-sama membangun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tentu itu akan berdampak sangat luas bagi kemajuan bangsa ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Hal ini sebetulnya sudah mulai dipraktekan oleh elite-elite tingkat bawah. Daerah Jawa Barat misalnya, terciptanya komunikasi yang baik antara gubernur yang menjabat dengan gubernur sebelumnya membuat Jawa Barat menjadi kuat secara kepemimpinan sehingga daerah ini diprediksi akan menjadi salah satu daerah yang maju. Ini dapat dijadikan contoh oleh daerah lain terutama oleh negeri kita sendiri agar dapat membangun sistem komunikasi dan kepemimpinan yang kuat. Tidak ada lagi yang merasa dirinyalah yang paling pantas memimpin. Apabila dikerjakan bersama-sama pasti semua masalah akan terselesaikan dengan mudah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Faktor lain yang menyebabkan terpuruknya &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah sistem demokrasi yang salah. Sistem multi partai tidak cocok untuk diterapkan pada negara berkembang seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Sistem multi partai berakibat semakin ranggangnya hubungan persaudaraan dan kesatuan antar warga negara. Semakin banyak partai membuat negara ini kian rumit. Masing-masing partai mempunyai program dan agenda sendiri. Benturan kepentingan antar partai dan bentrokan antar pendukung partai menjadi dampak dari diterapkannya sistem multi partai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris hanya menerapkan system dwi partai. Di Amerika sendiri hanya ada partai republik dan partai demokrat sedangkan di Inggris hanya ada partai konservatif dan partai buruh. Dalam ajaran islam pun hanya diajarkan dua partai, Hizbullah dan Hizbusyaitan. Sistem dwi partai inilah yang sebetulnya cocok diterapkan di negara seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Apalagi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih tergolong negara yang sedang berkembang. Tidak perlu lagi kita melihat sesama penduduk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bercerai-berai dipenuhi pertikaian dan pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan. Apabila terus –menerus seperti itu, kapan kita membangun bangsa ini? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Krisis yang sedang terjadi dapat kita hapus apabila kita semua &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bergandengan tangan bersatu membangun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan sedikit merubah tatanan demokrasi yang sudah ada. Apabila para pemimpin kita masih belum mau bersatu biarlah persatuan itu kita mulai dari bawah. Biarlah kita yang menjadi pemimpin untuk negeri sendiri. Jangan biarkan negeri ini hancur dan menjadi bahan pelecehan dunia. Belajarlah dengan bijak dan perbaiki kesalahan yang ada. Bangkit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-1625039711944603843?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/1625039711944603843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/11/dicari-pemimpin-indonesia-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1625039711944603843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1625039711944603843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/11/dicari-pemimpin-indonesia-baru.html' title='Dicari, Pemimpin Indonesia Baru'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-1587818605500478106</id><published>2008-07-21T03:56:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T23:39:50.747-08:00</updated><title type='text'>Ujungberung Yang Mempesona</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRr3QAODHI/AAAAAAAAABk/YY9syod0bDU/s1600-h/CIMG1629.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRr3QAODHI/AAAAAAAAABk/YY9syod0bDU/s320/CIMG1629.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225420064589483122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ujungberung memang mempesona. Di Bukit batu tepatnya, bahkan tempat ini  bisa mengalahkan bukit bintang. tiada orang yang tahu kalau ujungberung memiliki  potensi keindahan alam yang luar biasa. walaupun terlihat seperti padang pasir,  tetapi memang itulah keunggulan dan kelebihannya. Tidak akan pernah ditemukan di  tempat lain selain ujungberung. yeah!! berwisatalah saudara-saudara. mari kita  kunjungi pesona Ujungberung di Bandung timur!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-1587818605500478106?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/1587818605500478106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/ujungberung-memang-mempesona.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1587818605500478106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1587818605500478106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/ujungberung-memang-mempesona.html' title='Ujungberung Yang Mempesona'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRr3QAODHI/AAAAAAAAABk/YY9syod0bDU/s72-c/CIMG1629.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-1000009528090665974</id><published>2008-07-21T03:55:00.001-07:00</published><updated>2008-07-21T03:55:44.724-07:00</updated><title type='text'>Band Band ung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita ngomongin musik sekarang. Band gw daisy bubar. Gak jelas deh masalahnya. Mungkin mereka terlalu lama nungguin gw selese SMA. Padahal udah ada produser yang mau ngelambungin kita. Bahkan kita udah bikin demo. ahh sayang banget. A Eris minggat ke Tasik. Personel lainnya ntahlah lari kmana. Si jojon kayanya mulai ga suka juga ama gw. ntahlah, gw juga bingung salah gw apa. Masalahnya jadi kompleks sejak kita ganti-ganti personel. Bahkan gw sempet didepak dari band ini sebelum akhirnya kembali lagi. Well, sekarang band ini bener-bener ilang. Lagu-lagu kita ntahlah. Padahal gw yakin kalo band ini masuk pasaran bakal seengganya nyaingin Andra&amp;amp;The Backbone lah soalnya musik kita deket-deket ama mereka. Hmm.. Gw, Eris, jojon, odet, deni, dan semua personel pengganti, banyak banget kenangan sama kalian. Ahh I’ll miss u all so much guys.. you’re my friend forever.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-1000009528090665974?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/1000009528090665974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/band-band-ung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1000009528090665974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/1000009528090665974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/band-band-ung.html' title='Band Band ung'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-6285844101110798544</id><published>2008-07-21T03:53:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T23:39:50.902-08:00</updated><title type='text'>Di Depok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRq--LfSMI/AAAAAAAAABc/_Gu9L4SlEzo/s1600-h/DSC04114.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRq--LfSMI/AAAAAAAAABc/_Gu9L4SlEzo/s320/DSC04114.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225419097732237506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Well, gw di Depok sekarang. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; panas yang penuh dengan sejuta keindahan yang ada di dalamnya. Gw gatau harus kmana di sini. Maklum orang baru. Boro-boro Depok sih, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; aja belum gw kenal semua.hehe Di sini yang namanya panas ga kira-kira. Asem-asem gitulah ahh pedes-pedes ntahlah. Pokonya nyamuk ga bisa diajak kompromi. Dikasih baygon yang satu mati, temen-temennya dateng trus gigit-gigit ah asem deh! Gw gak tau ngladenin nyamuk di sini gimana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oke. Di kosan gw, tepatnya di apartemen samping kosan, ada kasus mutilasi. Serem banget. Apalagi yang dimutilasi seorang homo dan tersangkanya adalah pasangan homonya. Hahah.. aduh bikin gelisah aja. Gimana nih, apakah gw korban berikutnya?? Oh no! hoho.. yap. temen kosan gw dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ketar-ketir , dia langsung sms gw. Haha sabar ya bang sebelum gw jadi korban &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; gw bisa tanya-tanya dulu.hoho..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-6285844101110798544?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/6285844101110798544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/di-depok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/6285844101110798544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/6285844101110798544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/di-depok.html' title='Di Depok'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_idDxX3azvpw/SIRq--LfSMI/AAAAAAAAABc/_Gu9L4SlEzo/s72-c/DSC04114.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-3929526266196362475</id><published>2008-07-21T03:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T03:53:07.630-07:00</updated><title type='text'>Tentang Ditilang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;o:p&gt;Ini surat pembaca yang gw bikin, tapi ga dimuat. YEAH! &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saya adalah seorang pelajar yang sehari-hari selalu menggunakan sepeda motor ke sekolah. Saya sudah tahu polisi di depan heritage sudah terkenal di kalangan teman-teman saya karena setiap lewat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; teman-teman saya selalu bilang, “awas polisi di sini mah rese.” Begitu terkenalnya! Dan kejadian itu betul-betul saya alami pada Senin, 16 Juni lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kejadiannya bermula pada saat saya datang dari arah BIP menuju heritage. Di lampu merah saya berhenti di tengah-tengah jalur dan berada sendirian sebelum kendaraan yang lain menyusul di belakang. Tidak lama kemudian lampu hijau pun menyala dan kami melaju. Tetapi kemudian tiba-tiba kami diberhentikan oleh polisi yang berada di depan heritage.Ketika kami menanyakan masalahnya beliau berkata bahwa kendaraan saya salah jalur, karena berada di jalur kiri yang seharusnya belok kiri langsung dan menghalangi mobil yang akan belok langsung. Karena tidak merasa, saya pun menyangkalnya, “tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak ada mobil pak!” beliau berkata “ada, tapi kamu gak melihatnya saja.” Saya berfikir seandainya ada mobil pun pasti akan membunyikan klakson dan lagi pula saya tidak berada di jalur kiri. Tetapi akhirnya saya pun dibawa ke pos yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika masuk ke dalam pos, saya melihat ada polisi yang badannya sangat-sangat tambun. Saya tersenyum sendiri melihatnya. Bagaimana mungkin ada seorang polisi yang badannya sangatlah tambun! Gile! Bagaimana kalau mengejar penjahat! Saya langsung tersenyum heran melihatnya. kemudian Beliau bertanya apakah tanggal 27 ada waktu untuk sidang. Saya jawab tidak. Karena tanggal sekian saya harus pergi ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kemudian beliau menawarkan bantuan sidang yang akan diwakilkan oleh beliau dengan biaya sidang sebesar Rp. 42.600 saya pun menyanggupinya dan memberikan uang sejumlah Rp. 50.000 namun beliau bertanya “tidak ada uang pas saja?, tidak apa-apalah RP40.000 saja.” kemudian saya mengeluarkan uang receh yang hanya Rp.30.000. beliau berkata lagi, “ ya sudah segitu saja.” kami pun keheranan, kok bisa berkurang biaya sidangnya?? Dan akhirnya kami memberikan uang tersebut dan diperbolehkan pergi. Kemudian saya bilang kepada teman saya “tuh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; rese polisi di san amah!” teman saya pun setuju.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saya heran, apakah kesalahan sekecil itu harus ditilang? Apalagi keesokan harinya saya mebaca di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar ini bahwa polisi sedang menyelenggarakan program seribu senyum dalam rangka memperingati hari ulang tahun bhayangkara yang juga menyatakan bahwa kesalahan kecil hanya akan diperingatkan, tidak ditilang dan hanya yang membahayakan kendaraan bermotor lain yang akan di tilang. Bagaimana pak Kapolda? Rese sekali polisi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-3929526266196362475?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/3929526266196362475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/tentang-ditilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3929526266196362475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3929526266196362475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/tentang-ditilang.html' title='Tentang Ditilang'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-3366578482515010496</id><published>2008-07-21T03:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T03:51:57.475-07:00</updated><title type='text'>Menempuh Jalan Menjadi Jurnalis Profesional</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t202" style="'position:absolute;" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1026'/"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 194px; top: -48px; width: 581px; height: 52px;"&gt;  &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="vertical-align: top;" height="52" width="581"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 0pt; z-index: 1;"&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;          &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !mso &amp; !vml]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Ini adalah resensi buku favorit gw yang gw bikin waktu kelas 1 SMA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Aktifitas jurnalistik di Indonesia dapat dilacak jauh ke belakang tepatnya pada abad ke 18 yaitu tahun 1744, ketika sebuah surat kabar bernama &lt;i style=""&gt;Bataviasche Nouvelles &lt;/i&gt;diterbitkan dengan penguasaan orang-orang Belanda. Surat kabar ini masih dikelola oleh orang-orang Belanda dan tentunya masih memakai bahasa Belanda. Jurnalistik koran-koran Belanda ini membawakan suara pemerintahan kolonial Belanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Buku ini memaparkan sejarah-sejarah lainnya seperti, munculnya surat kabar pertama milik Indonesia di Bandung tahun 1907, Yaitu &lt;i style=""&gt;Medan Prijaji. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surat&lt;/st1:City&gt; kabar ini dikelola oleh Tirto Hadisurjo dengan modal dari bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; untuk bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pada mulanya &lt;i style=""&gt;Medan Prijaji&lt;/i&gt; berbentuk mingguan, baru tiga tahun kemudian, tapatnya 1910 berubah menjadi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kabar harian. &lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Medan Prijaji&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt; dianggap sebagai pelopor yang meletakan dasar-dasar jurnalistik modern di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dalam pandangan awam, jurnalistik dan pers seolah sama atau bisa dipertukarkan satu sama lain. Sesungguhnya tidak, Jurnalistik menunjuk pada proses kegiatan, sedangkan pers berhubungan dengan media. Dengan demikian, jurnalistik pers&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti proses kegiatan mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah, memuat, dan menyebarkan berita melalui media berkala pers seperti surat kabar, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Dari judul tersebut, pembaca sudah bisa membayangkan seperti apa buku yang diterbitkan oleh Simbiosa Rekatama Media ini. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Buku yang memandu pembacanya untuk mempelajari lebih dalam mengenai hal-hal yang berbau jurnalistik. Dari mulai ruang lingkup pers sampai hukum dan etika pers semuanya dipaparkan dengan jelas di buku ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Buku ini pun menggunakan bahasa yang sangat komunikatif dan mudah dicerna oleh pembacanya. Penulis tidak segan untuk menggunakan kata ganti orang bagi penulis sendiri. Seperti, &lt;i style=""&gt;“Menurut guru saya, di Indonesia jurnalistik.....“ &lt;/i&gt;(hal 19). Buku ini pun memaparkan trik-trik untuk menjadi seorang jurnalis profesional secara praktis sehingga tidak banyak menghabiskan waktu untuk membacanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:2'" from="0,69pt" to="190.95pt,69pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 2; left: 0px; margin-left: -1px; margin-top: 91px; width: 257px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1027" height="2" width="257" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Berita sudah menjadi makanan sehari-hari bagi orang-orang di seluruh dunia. Jadi, penulisan berita sangat diperhatikan agar tidak muncul kesalahan berita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 23.85pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tentang Buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.15pt; text-align: justify; text-indent: -54.15pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Judul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan praktis jurnalis profesional&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 62.7pt; text-align: justify; text-indent: -62.7pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;Penulis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 62.7pt; text-align: justify; text-indent: -62.7pt;"&gt;Drs. AS Haris Sumadiria&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;M.Si&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 62.7pt; text-align: justify; text-indent: -62.7pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;Penerbit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.15pt; text-align: justify; text-indent: -54.15pt;"&gt;Simbiosa Rekatama Media&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 62.7pt; text-align: justify; text-indent: -62.7pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;Tebal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 62.7pt; text-align: justify; text-indent: -62.7pt;"&gt;286 + xvii halaman&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-3366578482515010496?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/3366578482515010496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/menempuh-jalan-menjadi-jurnalis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3366578482515010496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3366578482515010496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/menempuh-jalan-menjadi-jurnalis.html' title='Menempuh Jalan Menjadi Jurnalis Profesional'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-3501739254476125431</id><published>2008-07-21T03:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T04:01:08.875-07:00</updated><title type='text'>Indonesiaku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini adalah tulisan gw waktu kelas 1 SMA. gila. kereeen bgt!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Belanda menjajah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sampai tiga setengah abad. Luar biasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk lepas dari penjajahan yang begitu lama atau kalau dihitung lamanya bisa mencapai enam generasi. Wuih, untuk apa Belanda berlama-lama di Indonesia? Toh, yang kita ketahui sekarang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; itu carut-marut. Apa yang mereka harapkan dari bangsa ini? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ini negara yang kaya. Itu yang harus kita sadari sebagai warga bangsa ini. Bangsa lain berlomba-lomba menguasai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; hanya untuk mendapatkan hasil dari kekayaan alam kita. Bahkan Inggris dan Jepang sampai ikut-ikutan ingin menguasai sumber daya alam yang terdapat di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber daya alam yang dimiliki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sangat beragam baik itu sumber daya alam hayati maupun hasil tambang. Sumber daya alam hayati terutama sumber daya alam nabati-lah yang sangat dicari atau diinginkan oleh bangsa lain. Mereka berlomba-lomba ingin menguasai tempat-tempat penghasil SDA tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kita seharusnya sadar akan hal ini. Kita yang punya, kita yang jaga. Mengelola SDA tersebut memang sulit tetapi mungkin untuk dikerjakan. Toh, bangsa lain saja bisa, mengapa kita tidak? Kita ambil contoh tambang emas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Freeport&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ada di Papua. Mengapa kita memberikan kekuasaan pada Amerika Serikat untuk mengelolanya? Apa kita tidak bisa mengelolanya sendiri? Terbukti akhir-akhir ini sering terdengar protes tentang pengelolaan tambang emas tersebut yang sama sekali tidak menguntungkan bagi bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Salah siapa? Yang pasti awalnya merupakan salah kita sendiri. Dari sekian ratus juta penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; apakah tidak ada yang bisa mengelola tambang emas tersebut? Kita harus pertanyakan kualitas sumber daya manusia yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Itu artinya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; masih lemah atau sama saja dengan beranggapan biarlah orang lain yang kaya kita miskin saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbicara tentang sumber daya manusia &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mungkin kita juga masih harus meringis. Begitu sulitnya pemerintah kita merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Padahal suatu bangsa itu tidak dapat maju tanpa didukung kualitas sumber daya manusianya. Untuk mengelola suatu sumber daya alam maka diperlukan manusia yang berkualitas. Pantas saja kita masih kalah jauh dibandingkan dengan negara seperti Jepang ataupun &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;, bahkan dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; saja kita masih tertinggal. Mengapa? Karena pemerintah kita kurang mendukung untuk menaikan kualitas sumber daya manusia kita. Seperti yang telah disebutkan di atas, untuk merealisasikan anggaran pendidikan seperti itu saja sulitnya luar biasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu mahalnya biaya untuk bersekolah juga menjadi penghambat terbentuknya manusia berkualitas di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mengambil dari salah satu slogan iklan sebuah produk di Indonesia ‘mau pintar kok mahal, tanya kenapa?’. Mungkin slogan tersebut sepele, tetapi menyimpan makna yang sangat mendalam. Slogan tersebut mempunyai arti bahwa bersekolah itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang berkantong tebal saja. Yang tidak punya uang dilarang bersekolah. Lucu bukan? Pantas saja negara kita masih kacau. Toh, yang boleh pintar hanya orang-orang yang berduit saja yang belum tentu juga terjamin kualitasnya. Itu juga merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah kurang mendukung pendidikan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Peran guru. Ya, peran guru sangat penting untuk menentukan jalur kesuksesan manusia. Mereka mencurahkan segala ilmu dan pikirannya demi mencerdaskan anak didiknya. Mereka rela hanya ‘menunggang sepeda’ untuk pergi mengajar ketika anak didiknya menggunakan kendaraan bermotor. Seharusnya kita sadar akan hal ini, orang tua kita di sekolah itu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak didiknya walaupun terasa sangat melelahkan. apakah tidak terbersit di benak kita untuk memberikan yang terbaik juga bagi mereka?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nampaknya kebanyakan dari kita menjawab TIDAK. Hal ini bisa kita buktikan dari tidak adanya upaya dari pemerintah untuk mensejahterakan guru atau setidaknya membiarkan guru bekerja dengan tenang tidak memikirkan anaknya yang juga harus bersekolah. Sepertinya pemerintah acuh tak acuh saja terhadap nasib para guru. (padahal mereka juga dulunya diajar oleh guru.). Bahkan baru-baru ini muncul berita tentang ketidakadilan dari salah satu pemerintah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ada di Jawa Barat dalam memberikan tunjangan. Anggota DPRD &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut diberikan tunjangan sebesar 6,3 juta/bulan, sedangkan para guru ‘hanya’ diberi tunjangan sebesar 50ribu perak! Bahkan pembayarannya sering telat pula. Benar-benar tidak adil. Bahkan perbandingan nilainya pun terlalu jauh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita seharusnya mencontoh negara Meksiko. Presiden mereka beserta menteri-menterinya adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka rela memotong gaji mereka sendiri untuk membantu bidang lain di negara tersebut. Pantas saja pemerintah kita tidak pernah melakukan studi banding ke Meksiko. Toh, pejabat kita mana ada yang mau dipotong gajinya sebab pikiran mereka sudah melayang membumbung tinggi bersama uang dan kenaikan gaji setiap tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa saya terus mengkritik pemerintah? Yah, buktinya saja sudah jelas seperti itu. Seharusnya pemerintah kita berpikir ke depan atau dengan kata lain berivestasi untuk masa depan. Kita kembali lagi ke bahasan tentang dana pendidikan, pemerintah menganggarkan dana sebesar 20% dari APBN itu tentunya sangat baik untuk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ke depan. Biarlah kita sekarang mengeluarkan dana yang besar untuk pendidikan tetapi nanti 5-10 tahun ke depan kita akan menikmati hasilnya, kita akan memiliki manusia berkualitas asli buatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tentunya akan sangat bermanfaat. Jangan seperti pada masa pemerintahan Soeharto. Beliau memimpin bangsa ini sampai 32 tahun tanpa ada yang menggantikan. Itu artinya Soeharto tidak bisa mendidik bangsanya untuk menjadi pemimpin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam hal menghormati guru, Seharusnya kita dapat mencontoh seperti yang ada dalam cerita guru saya ini ketika sedang mengikuti perlombaan di Korea Selatan. Pada saat itu guru saya tersebut sedang mengadakan pertemuan dengan salah seorang warga dari Korea Selatan. Awalnya orang tersebut acuh tak acuh terhadap guru saya. Tetapi kita guru saya mengucapkan bahwa dia adalah seorang guru dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, orang tersebut terkejut dan tiba-tiba membungkukan badannya sampai setengah badan untuk memberi hormat. Luar biasa bukan? Cerita tersebut dapat menggambarkan bahwa negara yang maju adalah negara yang sangat menghargai gurunya. Bahkan untuk hal yang mungkin menurut kita sangat sepele.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah kita sudah seperti itu? Nampaknya masih sangat jauh. Terbukti gaji guru kita pun masih sangat minim. Pantas saja ketika saya tanyakan kepada teman-teman saya apa cita-cita mereka kelak, tidak ada satupun yang menjawab ingin menjadi guru. Alasan mereka, gajinya kecil. Loh, bagaimana nanti nasib anak-anak kita bila sekarang tidak ada yang mau menjadi guru? Mau apa bangsa ini tanpa guru? Nah, kalau sudah begitu kita juga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; yang rugi. Sudah saatnya kini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; menempatkan pendidikan di atas segala-galanya. Ayo, majulah Indonesiaku!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-3501739254476125431?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/3501739254476125431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/ini-adalah-tulisan-gw-waktu-kelas-1-sma.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3501739254476125431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/3501739254476125431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/ini-adalah-tulisan-gw-waktu-kelas-1-sma.html' title='Indonesiaku'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-2181922085746929437</id><published>2008-07-20T03:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T03:14:02.636-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dua posting gw di bawah adalah tugas OKK UI yang gw kirimin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Dicari, Pemimpin Indonesia Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada suatu waktu, Indonesia sangat disegani dunia internasional. Indonesia menjadi pusat perdagangan dan bahkan dikenal sebagai saudara tua oleh bangsa asing. Bahkan pemimpin-pemimpin dunia terdahulu sangat hormat terhadap bangsa ini. Misalnya saja John F. Kennedy yang membawa perasaan segan dan menunduk hormat apabila bertemu Bung Karno karena merasa kalah pamor. Namun itu dulu, kini, George W. Bush datang hanya beberapa jam membawa arogansi yang tinggi bergaya menghina bangsa ini, sungguh ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno dan Pak Harto menjadi orang yang sangat disegani pada waktu itu. Mereka dianggap sebagai sesepuh yang patut dihormati di seluruh dunia. Kondisi tersebut kini berbalik total. Indonesia menjadi bangsa nomor sekian di dunia. Harkat dan martabat kita sering dilecehkan, bangsa ini menjadi kian terpuruk. Belum ada lagi pemimpin yang disegani seperti Bung Karno dan Pak Harto. Krisis kepemimpinan yang sedang melanda negeri ini menjadi salah satu hal yang harus disoroti selain sistem demokrasi yang juga salah diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, terdapat jurang pemisah antara pemimpin satu dengan yang lain. Sesama mantan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya saling menjegal. Padahal kita semua tahu mereka pasti sangat mencintai bangsa ini dan ingin melihat bangsa ini maju dan berpengaruh di mata dunia. Alagkah baiknya apabila para pemimpin-pemimpin kita ini bersatu dan membentuk ikatan yang kuat sehingga dapat menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat untuk bangsa ini. Andai saja mereka mau berpikir lebih jernih dan menatap maju ke depan, tentunya kita akan melihat bangsa yang sudah besar ini menjadi lebih besar. Itulah mengapa Indonesia dianggap sedang mengalami krisis kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria pemimpin yang dibutuhkan Indonesia sangatlah sulit dicari. Idealnya, pemimpin Indonesia itu adalah gabungan dari Bung Karno yang seorang orator, jago strategi seperti Pak Harto, mempunyai kecerdasan yang tinggi seperti Habibie, agamis seperti Gusdur, keibuan seperti Megawati, dan berwibawa seperti SBY. Apabila mereka semua digabungkan Indonesia akan menjadi negara yang hebat dipimpin oleh pemimpin yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja ada satu forum atau perkumpulan yang berisi mantan-mantan presiden Indonesia ataupun pemimpin-pemimpin lainnya, pasti ikatan sesama pemimpin tersebut menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat bagi bangsa ini. Kita pasti sangat menginginkan suatu saat nanti BJ.Habibie, GusDur, Megawati, SBY bergandengan tangan dalam suatu forum dan berkomitmen bersama-sama membangun Indonesia. Tentu itu akan berdampak sangat luas bagi kemajuan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebetulnya sudah mulai dipraktekan oleh elite-elite tingkat bawah. Daerah Jawa Barat misalnya, terciptanya komunikasi yang baik antara gubernur yang menjabat dengan gubernur sebelumnya membuat Jawa Barat menjadi kuat secara kepemimpinan sehingga daerah ini diprediksi akan menjadi salah satu daerah yang maju. Ini dapat dijadikan contoh oleh daerah lain terutama oleh negeri kita sendiri agar dapat membangun sistem komunikasi dan kepemimpinan yang kuat. Tidak ada lagi yang merasa dirinyalah yang paling pantas memimpin. Apabila dikerjakan bersama-sama pasti semua masalah akan terselesaikan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang menyebabkan terpuruknya Indonesia adalah sistem demokrasi yang salah. Sistem multi partai tidak cocok untuk diterapkan pada negara berkembang seperti Indonesia. Sistem multi partai berakibat semakin ranggangnya hubungan persaudaraan dan kesatuan antar warga negara. Semakin banyak partai membuat negara ini kian rumit. Masing-masing partai mempunyai program dan agenda sendiri. Benturan kepentingan antar partai dan bentrokan antar pendukung partai menjadi dampak dari diterapkannya sistem multi partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris hanya menerapkan system dwi partai. Di Amerika sendiri hanya ada partai republik dan partai demokrat sedangkan di Inggris hanya ada partai konservatif dan partai buruh. Dalam ajaran islam pun hanya diajarkan dua partai, Hizbullah dan Hizbusyaitan. Sistem dwi partai inilah yang sebetulnya cocok diterapkan di negara seperti Indonesia. Apalagi Indonesia masih tergolong negara yang sedang berkembang. Tidak perlu lagi kita melihat sesama penduduk Indonesia bercerai-berai dipenuhi pertikaian dan pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan. Apabila terus –menerus seperti itu, kapan kita membangun bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang sedang terjadi dapat kita hapus apabila kita semua  bergandengan tangan bersatu membangun Indonesia dan sedikit merubah tatanan demokrasi yang sudah ada. Apabila para pemimpin kita masih belum mau bersatu biarlah persatuan itu kita mulai dari bawah. Biarlah kita yang menjadi pemimpin untuk negeri sendiri. Jangan biarkan negeri ini hancur dan menjadi bahan pelecehan dunia. Belajarlah dengan bijak dan perbaiki kesalahan yang ada. Bangkit Indonesia !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-2181922085746929437?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/2181922085746929437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/dua-posting-gw-di-bawah-adalah-tugas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/2181922085746929437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/2181922085746929437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/dua-posting-gw-di-bawah-adalah-tugas.html' title=''/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-9101587048870109221</id><published>2008-07-20T03:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T03:11:31.350-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ANDAI AKU SEORANG PRESIDEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDAI AKU SEORANG PRESIDEN&lt;br /&gt;AKU AKAN MEMBAHAGIAKAN RAKYATKU&lt;br /&gt;TAK HANYA MEMBERIKAN SENYUMAN PALSU&lt;br /&gt;KARENA KU TAHU&lt;br /&gt;MEREKA ADALAH JIWAKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDAI AKU SEORANG PRESIDEN&lt;br /&gt;KUBANGUN NEGERIKU MAJU&lt;br /&gt;KAN KUHAPUS AIR MATAKU&lt;br /&gt;AGAR KU BISA MELIHAT&lt;br /&gt;SENYUM HARU&lt;br /&gt;RAKYATKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDAI AKU SEORANG PRESIDEN&lt;br /&gt;KUKIBARKAN MERAH PUTIH KU&lt;br /&gt;KUNYANYIKAN INDONESIA RAYA KU&lt;br /&gt;KAN KUSAMPAIKAN KE PENJURU DUNIA&lt;br /&gt;INILAH NEGERIKU&lt;br /&gt;INILAH INDONESIA BARU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-9101587048870109221?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/9101587048870109221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/andai-aku-seorang-presiden-andai-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/9101587048870109221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/9101587048870109221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/07/andai-aku-seorang-presiden-andai-aku.html' title=''/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-338920994821961026</id><published>2008-01-06T19:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-06T20:16:58.080-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Siapakah Kamu Cewe Atau Cowo ?</title><content type='html'>Ternyata, cewe dan cowo tu ga beda jauh. Walaupun dari segi fisik memang beda tetapi karakteristik cewe dan cowo tu ga beda2 amat. Kalau kata orang2 sih, cowo berfikirnya lebih ke logika sedangkan cewe harus pake perasaan dulu. Itu tu bener. Contoh yang paling nyata adalah, cowo lebih sering tertarik sama cewe. Bahkan baru pertama kali ngeliat aja udah bisa suka. beda sama cewe yang harus dipikirin dulu mateng2 sebelum suka sama seseorang. Harus didalami dulu. Baru deh dia suka. Jadi omong kosong kalo seorang cewe jatuh cinta pada pandangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ga percaya juga? Geng-Gong ! iyap. kalo cowo temenan ama siapa aja itu sih ga masalah! Beda ama cewe. pasti dia mikir dulu dalem2 harus bertemen ama siapa. "wah, ini geng gue, ya gue gaulnya di sini!". Biasanya si gitu. Tanya deh ama cewe! Jadi kalo ada seorang cowo yang ngejauh dari pergaulan, pilih-pilih temen, itu artinya dia CEWE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba juga,  cewe suruh ngerawat anak. Pasti mereka lebih rapih, lebih pake perasaan daripada yang ngerawatnya seorang cowo. kalo pake perasaan, Misalnya : anak kecil nangis. cewe bakalan lebih ngedalemin kenapa anak ini bisa nangis, ikutan masuk, ikutan ngedalemin. Nah,  Coba kalau pake logika, Misalnya : Anak kecil nangis, logika, kasih susu bakal berhenti! ya udah kasih susu deh! Itulah cowo. hehe.. makanya jangan heran kalo baby sitter tu jarang yang cowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku balikin lagi, cewe tu gengsian. kalau dia ngelakuin kesalahan biasanya si ga suka diomongin. itu yg aku tau. Apalagi kalo masalah percintaan. Biasanya si ga jantan (namanya juga cewe.hhe..) Nah, aku balikin ama pengkhianatan di posting aku sebelumnya. kalo si pengkhianat ga pernah ngomong dulu ama si terkhianat, dingin2 aja, ngomong aja kagak, apalagi minta maaf, mungkin dia juga gengsian! sama kaya cewe alias ga jantan. mungkin difikirannya gini, "ah, gue udah dapetin dia ko. ngapain juga harus ngomong ama si dia. ngapain juga harus minta maaf ama dia. ini kan persaingan ! gengsi dong !"&lt;br /&gt;hahah..&lt;br /&gt;ya ga masalah sih, soalnya yang kaya gitu tu boleh disebut dengan CEWE ( cowo yg patut dipertanyakan keabsahannya) !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-338920994821961026?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/338920994821961026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/01/siapakah-kamu-cewe-atau-cowo.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/338920994821961026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/338920994821961026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2008/01/siapakah-kamu-cewe-atau-cowo.html' title='Siapakah Kamu Cewe Atau Cowo ?'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4519046100493275156.post-4043833620109766193</id><published>2007-12-25T02:22:00.001-08:00</published><updated>2007-12-25T03:07:41.293-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Sebuah Pengkhianatan atau Persahabatan</title><content type='html'>Ini sebuah pengalaman yang aku tuangkan dalam sebuah pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat aku, perjuangan bukan hanya sekedar pengorbanan tetapi sebagai sebuah kehormatan yang menandakan segalanya. Apalagi perjuangan tentang cinta. Sebuah perjuangan tidak bisa diraih dengan waktu yang singkat tetapi harus melalui berbagai pengorbanan yang mempertaruhkan kehormatan. Buat aku, perjuangan adalah kebanggan, tinggal bagaimana seseorang menghargai perjuangan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gagal, itu biasa! jangan jadikan sebuah kegagalan sebagai kelemahan tapi jadikan kegagalan sebagai sebuah tonggak awal perjuangan yang baru. Ketika kita mempunyai keinginan, di situ pasti ada jalan. jangan nyerah gitu aja! kejar terus apa yang kita mau! walaupun gagal aku akan tetap bangga dengan perjuangan aku. suatu saat nanti kamu akan mengerti, ini cuma sebuah proses menghargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ga marah sama hasil perjuangan yang tak dihargai. Karena aku yakin itu cuma sebuah proses. Tetapi aku akan sangat marah kalau perjuangan aku dikhianati. Aku akan sangat benci seseorang yang mengkhianati sebuah perjuangan. Ini bukan ancaman, tetapi sebuah level kesetiakawanan yang memble, NOL BESAR ! menusuk ! tak berarti buat sang pengkhianat. apalagi sang pengkhianat pernah menjadi seorang sahabat. Apakah sebuah NOL BESAR masih bisa dihargai ? damn it !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar, persahabatan ternyata bukan cuma sekedar ikatan tetapi juga merupakan sebuah keluarga yang utuh. Keluarga yang hanya akan saling membantu dalam sebuah proses. Apakah masih bisa dihargai andaikan masih ada pengkhianatan dalam sebuah persahabatan? Apakah penghargaan untuk seorang NOL lebih dihargai daripada sebuah perjuangan yang mempertaruhkan kehormatan? Okay, aku bisa mengerti itu kalau sang pengkhianat adalah &lt;strong&gt;SAMPAH.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ps : jangan terlalu percaya seorang teman&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4519046100493275156-4043833620109766193?l=rezaalfiandri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/feeds/4043833620109766193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2007/12/sebuah-pengkhianatan-atau-persahabatan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/4043833620109766193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4519046100493275156/posts/default/4043833620109766193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rezaalfiandri.blogspot.com/2007/12/sebuah-pengkhianatan-atau-persahabatan.html' title='Sebuah Pengkhianatan atau Persahabatan'/><author><name>Reza Alfiandri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08505993796102178685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
