Monday, 21 July 2008

Tentang Ditilang

Ini surat pembaca yang gw bikin, tapi ga dimuat. YEAH!

Saya adalah seorang pelajar yang sehari-hari selalu menggunakan sepeda motor ke sekolah. Saya sudah tahu polisi di depan heritage sudah terkenal di kalangan teman-teman saya karena setiap lewat sana teman-teman saya selalu bilang, “awas polisi di sini mah rese.” Begitu terkenalnya! Dan kejadian itu betul-betul saya alami pada Senin, 16 Juni lalu.

Kejadiannya bermula pada saat saya datang dari arah BIP menuju heritage. Di lampu merah saya berhenti di tengah-tengah jalur dan berada sendirian sebelum kendaraan yang lain menyusul di belakang. Tidak lama kemudian lampu hijau pun menyala dan kami melaju. Tetapi kemudian tiba-tiba kami diberhentikan oleh polisi yang berada di depan heritage.Ketika kami menanyakan masalahnya beliau berkata bahwa kendaraan saya salah jalur, karena berada di jalur kiri yang seharusnya belok kiri langsung dan menghalangi mobil yang akan belok langsung. Karena tidak merasa, saya pun menyangkalnya, “tapi kan tidak ada mobil pak!” beliau berkata “ada, tapi kamu gak melihatnya saja.” Saya berfikir seandainya ada mobil pun pasti akan membunyikan klakson dan lagi pula saya tidak berada di jalur kiri. Tetapi akhirnya saya pun dibawa ke pos yang ada di sana.

Ketika masuk ke dalam pos, saya melihat ada polisi yang badannya sangat-sangat tambun. Saya tersenyum sendiri melihatnya. Bagaimana mungkin ada seorang polisi yang badannya sangatlah tambun! Gile! Bagaimana kalau mengejar penjahat! Saya langsung tersenyum heran melihatnya. kemudian Beliau bertanya apakah tanggal 27 ada waktu untuk sidang. Saya jawab tidak. Karena tanggal sekian saya harus pergi ke Jakarta. Kemudian beliau menawarkan bantuan sidang yang akan diwakilkan oleh beliau dengan biaya sidang sebesar Rp. 42.600 saya pun menyanggupinya dan memberikan uang sejumlah Rp. 50.000 namun beliau bertanya “tidak ada uang pas saja?, tidak apa-apalah RP40.000 saja.” kemudian saya mengeluarkan uang receh yang hanya Rp.30.000. beliau berkata lagi, “ ya sudah segitu saja.” kami pun keheranan, kok bisa berkurang biaya sidangnya?? Dan akhirnya kami memberikan uang tersebut dan diperbolehkan pergi. Kemudian saya bilang kepada teman saya “tuh kan rese polisi di san amah!” teman saya pun setuju.

Saya heran, apakah kesalahan sekecil itu harus ditilang? Apalagi keesokan harinya saya mebaca di surat kabar ini bahwa polisi sedang menyelenggarakan program seribu senyum dalam rangka memperingati hari ulang tahun bhayangkara yang juga menyatakan bahwa kesalahan kecil hanya akan diperingatkan, tidak ditilang dan hanya yang membahayakan kendaraan bermotor lain yang akan di tilang. Bagaimana pak Kapolda? Rese sekali polisi di sana??

No comments:

Post a Comment

rezaalfiandri.blogspot.com

always do right. this will gratify some people and astonish the rest.
mark twain